By: Wawan Suroso
Aku tak mampu menjadi karang
Yang selalu bertahan saat diterpa ombak
Aku hanya ranting kering
Yang mudah rapuh lalu patah
Aku tak mampu menjadi matahari
Yang selalu ada setiap waktu
Aku hanya sebatang lilin
Yang ada hanya sesaat lalu habis terbakar
Aku tak mampu menjadi sang hujan
Yang selalu membahasi saat kering
Aku hanya setetes embun
Yang membasahi hanya sesaat lalu menguap
Aku tak mampu menjadi bunga
Yang selalu memberi keindahan
Aku hanya sekuntum kuncup bunga
Yang selalu jatuh sebelum mekar lalu kering
Aku tak mampu...
AKU
By: Wawan Suroso
Aku tampak tegar di hadapan orang tuaku.
Itu hanya sekenario dari balik layar.
Aku tak mau membenai pikirannya.
Aku tampak ceria di hadapan keluargaku.
Itu bagian kesedihan yang tak terbagi.
Aku tak mau menambah masalahnya.
Aku tampak tangguh di hadapan saudaraku.
Itu hanya untuk menutupi kelemahanku.
Aku tak mau mereka meremehkanku.
Aku tampak menang di hadapan sahabatku.
Itu hanya untuk menutupi kekalahanku.
Aku tak mau tergantung pada mereka.
Aku tampak kokoh di hadapan semua orang.
Itu hanya untuk menutupi kerapuhanku.
Aku tak mau orang mempermainkanku.
HILANG
By: Wawan Suroso
Saat kertas putih tertoreh tinta hitam.
Hilang sudah kebersihannya.
Saat air putih tercampur zat pewarna.
Hilang sudah kemurniannya.
Saat kain putih terkena noda membandel.
Hilang sudah kecerahannya.
MANUSIA PENUH DOSA
By: Wawan Suroso
Hatiku terlalu kotor
Ucapanku terlalu kasar
Kepalaku tertunduk
Mataku berkaca-kaca
Dadaku terasa sesak
Suaraku tertahan
Tulangku terasa lemas
Kakiku terasa lumpuh
Tanganku hanya menadah
Tangisku tercipta
Kebaikanku tak terlihat
Dosaku terlalu berlimpah
Ampuni hamba-MU
Yaa Rabb Maha Penerima Taubat
MIMPI
By: Wawan Suroso
Mimpi…
Awal kita melangkah meraih angan
Awal kita melangkah meraih cita
Awal kita melangkah meraih kemenangan
Awal kita melangkah meraih segalanya
Mimpi…
Adalah jembatan meraih angan
Adalah jembatan meraih cita
Adalah jembatan meraih kemenangan
Adalah jembatan meraih segalanya
Mimpi…
Kejarlah mimpimu kawan
Raihlah mimpimu kawan
Gapailah mimpimu kawan
Kuasailah mimpimu kawan
KEMBALIKAN SENYUMKU
By: Wawan Suroso
Kau mengenalku, saat aku bisa tersenyum
Kau menyayangiku, saat aku bisa tersenyum
Kau mencintaiku, saat aku bisa tersenyum
Kau memilikiku, saat aku bisa tersenyum
Aku bisa tersenyum, jauh sebelum kau mengenalku
Aku bisa tersenyum, jauh sebelum kau menyayangiku
Aku bisa tersenyum, jauh sebelum kau mencintaiku
Aku bisa tersenyum, jauh sebelum kau memilikiku
Senyumku hilang setelah kau mengenalku
Senyumku hilang setelah kau menyangiku
Senyumku hilang setelah kau mencintaiku
Senyumku hilang setelah kau memilikiku
Kembalikan senyumku…
PUISI UNTUK GURUKU
By: Wawan Suroso
Guruku…
Engkau embun penyejukku
Engkau mentari pagiku
Engkau mutiara hidupku
Guruku…
Engkaulah lautan ilmu
Engkaulah arah mata anginku
Guruku…
Perjuanganmu tanpa balas jasa
Pengorbananmu sepanjang masa
GADISKU
By: Wawan Suroso
Oh Gadisku…
Dengarlah suara hatiku
Yang selalu memanggilmu
Oh Gadisku…
Datanglah temani hidupku
Sempurnakanlah cintaku
Oh Gadisku…
Datanglah padaku
Berilah aku cinta
Berilah aku hidup
Oh Gadisku…
Lihatlah ku nanti dirimu
Di dalam sepi malamku
UNTUK AYAHKU
By: Wawan Suroso
Ayah…
Badanmu tak sekekar dulu
Tenagamu tak sekuat dulu
Langkahmu tak mampu lagi berpijak
Ayah…
Kau habiskan masa perkasamu untukku
Kau habiskan masa kuatmu untukku
Kau habiskan langkahmu untukku
Ayah…
Kulitmu terbakar sengatan matahari
Hanya demi aku, anakmu
Ayah…
Aku rindu
SETIA
By: Wawan Suroso
Maafkan aku yang tak mampu
Maafkan aku yang tak mencintaimu
Cintaku untuknya, bukan untukmu
Sayangku untuknya, bukan untukmu
Aku tetap mencintainya
Aku tetap menyayanginya
Aku tetap setia padanya
Aku ingin bersamanya
Tetap bersamanya
Aku setia padanya
Tetap setia
Lupakan aku
Aku tak mungkin mencintaimu
Lupakan…
NOMOR SATU
By: Wawan Suroso
Ayah…
Engkaulah malaikat hidupku
Engkaulah kebanggaan hatiku
Engkaulah idola di mata hatiku ku
Engkaulah ayah nomor satu
Ibu…
Engkaulah bidadari hidupku
Engkaulah kebaggaan hatiku
Engkaulah idola di mata hatiku
Engkaulah ibu nomor satu
Ayah…
Engkaulah nomor satu hidupku
Engkaulah nomor satu kebanggaanku
Engkaulah nomor satu idolaku
Ibu…
Engkaulah nomor satu hidupku
Engkaulah nomor satu kebanggaanku
Engkaulah nomor satu idolaku
Tetap nomor satu…
BIOLA
By: Wawan Suroso
Air mataku terjatuh membasahi pipi ini
Hanya biola pemberianmu yang temani aku
Mengiri lagu sederhana untukmu
Nada-nada cinta ku untai lewat lagu ini
Air mataku terjatuh membasahi pipi
Hanya malam sepi tanpa bintang yang temani aku
Mengiringiku ke alam mimpi bersamamu
Nada-nada cinta berbisik merasuk ke hati
Sinar mentari menembus sela-sela jendela kamarku
Aku terbangun, air mata masih membasahi pipiku
Ternyata bukan dirimu di sampingku
Hanya biola tua yang ada dalam dekapanku
Ku usap air mata di pipiku
Ku mainkan lagi biola tua
Ku kenang masa indah dulu saat bersamamu
Ku kenang pula mimpiku bersamamu
Andai dirimu bisa kembali menemaniku
Maka dirimulah yang akan hapus air mata ini
IBU
By: Wawan Suroso
Ibu…
Pengorbananmu membawaku ke dunia
Cucuran keringatmu memberiku hidup
Ibu…
Aku tak mampu membalas pengorbananmu
Aku tak mampu membalas kasihmu
Ibu…
Izinkan aku mengecup keningmu
Izinkan aku bersujud di telapak kakimu
ALAMKU
By: Wawan Suroso
Alamku…
Kini engkau semakin menderita
Semua itu ulah manusia yang serakah
Gunung, laut dan tanah pun muak mrlihatnya
Gunung memuntahkan laharnya
Laut meluapkan seluruh isinya
Tanah pun menyemburkan lumpurnya
Perlahan namun pasti
Alamku…
Engkau akan rusak dan hancur
Jasad manusia pun akan terbujur
Oleh amukanmu yang tak dapat diundur
Kini semua sudah terlanjur
Karena manusia tak pandai bersyukur
Keserakahan mereka tidaklah terukur
Bumi pertiwiku tak lagi makmur
CINTA
By: Wawan Suroso
Malam tanpa bintang
Bulan pun berselimut awan
Tertulis rasa hatiku
Dalam sajak kegelisahanku
Senandung cinta dalam kalbu
Kini tersentuh pilu
Ku terdekap oleh waktu
Tak mampu ku terbebas darinya
Kini cinta menuntutku
Tuk keluar dari sandiwara
Tempat persembunyian sang cinta
Menuju ke alam nyata nan bahagia